Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Monday, 10 August 2015

[Cerpen] Fable: The Grasshopper And The Ants


The wet season was just over. The dry season had arrived. It was time for everybody to enjoy the warm days. Lazy grasshopper was very happy. He spent his days by sitting in the sun, visiting friends, or just enjoying the beautiful view in the park.

Monday, 16 February 2015

[Cerpen] The Lake of Memories


My name is Dimas. This story happened when i was in senior high school. That day was a cloudy day in autumn. I was riding my motorcycle to a beautiful lake near my school where me and my girlfriend used to spend time together after school was over. But this time was different. I went there alone because she already died. She drowned in this lake.

I arrived there before sunset, when the sky still in red-blood color. I parked my motorcycle beside of tree in the corner. Then i went to the spot we used to spent time together, watched the beauty scene when sunset. I took my harmonica from my pocket and played some music she liked. Until it was about 6:00 PM, the sky turned to dark slowly but surely. I stopped to play music and went to my motorcycle in order to went home. When i was about to turned it on, strange thing happened. I saw a girl in a white school uniform standing across the place i stood now. I wonder what she did there at this time? She looked frustrated while watched the surface of the lake.

Tuesday, 2 December 2014

[Cerpen] Anak Laki-Laki Di Malam Hari


Mimpi itu lagi. Sudah dua kali aku mengalami mimpi seperti itu sejak kami pindah ke rumah ini. Ternyata aku salah. Tempat ini tidaklah seseram dugaanku. Rumah ini adalah bekas dua bangunan bersejarah di daerah pinggiran kota. Dekat sekali dengan hutan. Daerah di sekitarnya bukanlah daerah yang ramai. Tapi apa yang bisa diharapkan dari harga rumah yang sangat tinggi di zaman sekarang? Lagi lagi aku salah; kami tidaklah begitu miskin—setidaknya kami tidak kesulitan untuk membeli rumah. Kami mempunyai dua pilihan: membeli rumah yang sangat sederhana di daerah ramai dengan dua kamar tidur saja, yang berarti aku harus membaginya dengan dua saudaraku; atau membeli rumah dengan 4 kamar tidur di daerah pinggiran kota. Ternyata jiwa kami yang mengingnkan kenyaman dan ketentraman telah memenangkan perdebatan ini. Jadi kami memilih pilihan kedua.

Friday, 16 January 2009

[Cerpen] [Tugas sekolah] Ah, Liburan

Ah, liburan saya ga ada yang istimewa. Biasa biasa aja. Saya ga pergi pergi ke tempat wisata kaya kebanyakan orang. Emm detailnya sih udah agak agak lupa tapi kira kira gini.
Hari itu tanggal, kalau ga salah tanggal 20 Desember apa ya? Iya bener, tanggal 20 Desember waktu pembagian rapot. Beuh inget banget gw waktu pas pengen ke kelas nemuin wali kelas, bu Marfuah. Untungnya waktu giliran gw *tepatnya sih ama ibu gw* ngambil ntu rapot, kelasnya sepi nglompong. Huhuhu perfect dah. Gw siap nerima yang terburuk kalo gini caranya. Pikir gw dalem hati.

Thursday, 13 November 2008

[Cerpen] Terbang

  Joko sedang tidur di atas pipa di tanah lapang dekat rumahnya. Mulutnya terbuka lebar, bahkan dia tidak sadar bahwa ada lalat yang hinggap di air liurnya yang menggantung dan hampir menetes. Sesekali dia mengepakkan kedua tangannya seolah itu adalah sayapnya sendiri.

Wednesday, 27 August 2008

[Cerpen] Liburan yang Tak Terlupakan

“Kodok”, begitulah teman-temanku memanggil diriku. Bahkan aku sendiri tidak ingat mengapa aku bisa djuluki seperti itu. Aku adalah pelajar kelas 2 SMA di sekolah yang cukup bergengsi di wilayah Jakarta Timur. Bukannya sombong, tapi di sekolahku aku cukup terkenal karena keahlianku bermain futsal. “Soulmate” adalah nama julukan kelasku saat berada di kelas 2 ipa 4 ini. Kini semester 1 akan segera berakhir, dan teman-teman sekelasku mengadakan rencana untuk berlibur bersama.

Thursday, 14 August 2008

[Cerpen] Legend: The Queen of the Southern Sea



Dewi Kadita was an unlucky princess. Her father, Prabu Siliwangi of Pajajaran, had many wives. Because Dewi Kadita and her mother (Queen Mayangsari) were very beautiful, all the mistresses—the king’s other wives—were jealous. They used some kind of magic to curse Dewi Kadita and her mother. The princess and the queen became ugly and dirty. Prabu Siliwangi didn’t recognize them and send them away.

[Cerpen] Legend: The Origin of Banyuwangi


Sidapaksha and Sri Tanjung had many obstacles in their marriage. Sidapaksha’s mother did not agree with the marriage. She did not think that Sri Tanjung was good enough for her son. Sidapaksha was in the service of the king of Sindureja. He was a nobleman. But, Sri Tanjung did not come from a noble family.